Postingan

Karena Kematian tidak Mengenal Umur

 NASIHAT UNTUK YANG SUDAH BERUMUR 40 atau 50 TAHUN.  بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم "ALLAH tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun." (HR. Bukhari) Al-Khattabi berkata: "Maknanya, orang yang ALLAH panjangkan umurnya hingga 50 tahun tidak diterima lagi keuzuran/alasan, karena usia 50 tahun merupakan usia yang dekat dengan kematian. Maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dengan khusyuk, dan bersiap siap bertemu ALLAH." (Tafsir al-Qurthubi) "Bila sudah 50 tahun kamu berjalan menuju Tuhanmu,,,, sekarang hampir sampai." "Lakukan yang terbaik pada sisa usia senjamu, Taubatlah dan berdoa agar ALLAH mengampuni dosa yang lalu" "Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus.." Maka para alim ulama memberi nasehat cara menjalani umur yang sudah mencapai 40 atau 50 tahun: 1. Jangan berl...

Do'a Saat Merasakan Sempit di Dada mu.

 JIKA KAMU MERASAKAN SEMPIT DI DADAMU Setiap kali kamu merasakan sempit di jiwamu... atau sempit di dadamu, maka katakanlah:  لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ LAA ILAAHA ILLAA ANTA (tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau, ya Allah) سُبْحَانَكَ SUBHAANAKA (Maha Suci Engkau, ya Allah) إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ INNII KUNTU MINAZH ZHOOLIMIIN (sungguh diriku termasuk orang zalim) Ini adalah Doa Nabi Yunus 'alaihissalam ketika beliau berada di dalam perut ikan  *Akidah Islam Perduli Donasi Infaq Syiar Islam Rekening BCA No.7005218373 * Mari kita renungkan Surat Yasin Ayat ke-12 ini: ‎إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ Artinya:  Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan KAMI MENULISKAN APA YANG TELAH MEREKA KERJAKAN DAN BEKAS-BEKAS YANG MEREKA TINGGALKAN. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). *** Sekarang, tanyakan pada dirimu...

NASEHAT SANG GURU.

Ada seseorang datang kepada al-Imam Ibnul Mubarak lalu berkata, Berikanlah nasehat kepadaku. Maka beliau pun mengatakan, اترك فضول النظر توفق للخشوع، واترك فضول الكلام توفق للحكمة، واترك فضول الطعام توفق للعبادة، واترك فضول النظر فى عيوب الناس توفق فى الإطلاع على عيب نفسك، اترك الخوض في ذات الله توق الشك و النفاق. Jauhilah olehmu dari banyak melihat sesuatu yang tidak bermanfaat, niscaya engkau akan dimudahkan untuk lebih khusyu’ (dalam beribadah). Jauhilah olehmu dari banyak berbicara yang tidak bermanfaat, niscaya engkau akan dimudahkan untuk  memiliki hikmah (dalam segala keadaan). Jauhilah olehmu dari banyak makan secara berlebih-lebihan, niscaya engkau akan dimudahkan untuk beribadah. Jauhilah olehmu dari keinginan untuk mengetahui dan mencari-cari aib orang lain, niscaya engkau akan dimudahkan untuk melihat dan mengetahui aib dirimu sendiri. Dan tinggalkan untuk berdebat (berbalas komentar) dalam berbicara tentang Dzat Allah (dalam masalah agama), niscaya engkau akan dilindun...

ARTI DAN MAKNA JAZAKALLAHU KHAIRAN

 Dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ، فَقَالَ لِفاعِلهِ: جَزَاكَ اللهُ خَيرًا، فَقَدْ أبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ “Barangsiapa yang dia diperlakukan satu kebaikan kepadanya, kemudian orang yang diperlakukan kebaikan itu mengucapkan: ‘Jazakallahu Khairan (Semoga Allah memberikan balasan kamu dengan suatu kebaikan)’, maka dia betul-betul telah menyampaikan perbuatan terpuji terhadap orang yang berbuat baik tersebut.” (HR. Tirmidzi) Pada ucapan “Jazakallahu Khairan” ini terdapat makna bahwa seseorang menampakkan kelemahannya dan mengalihkan kelebihan pada orang tersebut dengan menyebutkan bahwa “Semoga Allah memberikan balasan kepada engkau.” Yakni maksudnya dia mengatakan: “Aku tidak bisa membalas perbuatan baikmu, karena kelemahanku. Tetapi yang membalasnya adalah Dzat yang Maha Kuasa, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Ini merupakan salah satu di antara adab-adab yang diajarkan Islam ...

Ketika Seseorang akan Meninggal Dunia

 Assalamu'alaikum. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,  إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (QS. Luqman [31]: 34) Bisa kita tegaskan bahwa setiap manusia tidak bisa mengetahui tempat dimana ia akan meninggal, begitu juga dengan waktu kapan ia akan meninggal. Namun sangat disayangkan bahwa sebagian dari saudara-saudara kita terlena dengan kondisinya yang masih sehat sehingga menjadikannya malas melakukan kebaikan, padahal bisa jadi waktu kematiannya...

Jangan Sakit Hati.

 Bismillah ٱلسـلام عليكم ورحمة ٱلله وبركاته SAKIT HATI " Janganlah menyakiti diri sendiri, Sembuhkanlah hatimu, Maka akan sembuh seluruh tubuhmu.  Penyakit hati yang paling kronis adalah, Benci banget,, Dendam banget,, Sedih banget,, Kecewa banget,, Jika penyakit semacam ini tak segera  Diobati.. maka penyakit itu berdampak  Pada tubuh, dan menggerogoti kesehatan  begitu muncul,,dalam bentuk penyakit Kanker, diabetes, sakit jantung dll. Dan akar dari semua penyakit tersebut  Adalah " HATI YANG SAKIT " Yang tak segera diobati.  Kemudian menjalar merusak keseluruh  Jaringan tubuh.  Darah & kondisi tubuh dibiarkan asam, Fikiran tetap stress, Jiwa tidak tenang, Dendam masih terpendam, Kecewa masih berlanjut, Rasa benci masih kuat, Perasa'an masih tidak enak, Dan secara tidak langsung telah menyakiti diri sendiri.  RASULULLAH bersabda; " ada segumpal daging yang jika ia baik    Maka baiklah seluruh tubuh,   Dan ...

Larangan BerKhianat

  Dosa Khianat Sifat khianat merupakan lawan (kebalikan) dari sifat amanah. Khianat adalah salah satu bentuk dosa besar sebagaimana firman Allah Ta’ala, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS Al-Anfal: 27) Allah Ta’ala juga berfirman, وَأَنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ “Dan bahwasanya Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.” (QS. Yusuf: 52) Adapun dalil dari hadis adalah sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَا عَهْدَ لَهُ “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki sifat amanah. Dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.“ (HR. Ahmad 3: 135, hadis hasan) Diriwayatkan dari sahabat Abu Huraira...